Meracau di Maraca

Meracau di Maraca

Tiramissu Coffee Latte
Di sela - sela kepenatan kehidupan terdapat secuil kenikmatan yang jarang kita temui, kepenatan kehidupan sehari - hari yang melelahkan dari kita bangun tidur lalu kita beranjak dari tempat tidur untuk segera bergegas mencari arti dalam hidup.

ah ingin saya meracau, meracau bebas di tempat yang nyaman di suatu kota, menghindar dari kepenatan sehari hari baik dari pekerjaan atau hal yang lainnya. Berbicara semaunya yang tidak karuan tanpa arti, beruntung saya dapat tempat yang tepat untuk meracau. Tempat yang berada di sela - sela kota Bogor hmm bisa di bilang agak menyempil.

Kadang kita perlu meracau untuk melepas semua kegundahan dalam hati, tapi tidak semua orang ingin mendengar racau - an kita. Iya siapa yang mau mendengar racau - an seseorang yang pengang untuk di dengar oleh pendengaran kita.

TUHAN INGINKU MERACAU PADAMU

Meracau mungkin terdengar negatif untuk oranglain, tapi racauan kita mungkin harus di keluarkan dan di tempatkan pada tempat yang tepat. Beruntung saya ucapkan kembali telah menemukan tempat untuk meracau, iya tempat itu adalah maraca coffee and books.

akhirnya keluarlah kalimat
MERACAU di MARACA...

maaf yah Maraca, sudah menjadi tempat racau yang tepat dengan segala suasana yang nyaman saya senang meracau sendiri di sini. meracau yang tadi nya terdengar negatif mudah-mudahan jadi agak positif. Saya bisa meracau sambil membaca, meracau sambil meminum secangkir kopi, meracau di blog saya kembali yang lama tidak saya sentuh, meracau sambil melihat suasana yang pasti racauan saya tersalurkan di sini.
Tiramisu Coffee latte
Memesan secangkir Tiramisu Caffee Latte panas, dengan bentuk mawar kuncup. iya itu terlihat seperti mawar yang masih kuncup belum bermekaran. iya mawar ranum yang kurang terlihat indah saat di berikan pada seorang wanita yang kita sayangin atau di mana ada hari kasih sayang datang semua remaja yang kasmaran pasti akan memberikan bunga terutama bunga mawar yang mekar bukan bunga mawar yang kuncup.

Kuncup...

Mereka lebih memilih mekar
Akankah ada yang memilih kuncup
Ranum masih malu untuk mekar
Akibatnya mereka yang memilih untuk menguncup
Cari - cari tempat untuk bermekar
Alhasil mereka semua sama.

Meracaulah terus meracau, saya bukannya sedang sakit atau gila. Intinya saya sedang meracau, meracau di Maraca coffee and books

kegiatan di Maraca
Mungkin mereka yang sedang di dalam ruangan Maraca juga sedang Meracau dengan tugas - tugas kuliahnya atau hanya mengobrol dengan gadgetnya masing - masing, tapi lihat dengan sisi yang lain mereka ini sedang berada dalam labirin yang besar mencari - cari sesuatu  yang berguna untuk mereka dan mencari jalan keluar dari labirin mereka.

Labirin

Benarkah aku terjebak
Orang - orang menganggap aku terjebak
Orangtua yang sedang terjebak dalam labirin rindu
Kepada anak - anaknya, mungkin
Setia menanti anak - anaknya kembali dari perantauan.

koleksi buku di Maraca
Ketika ruang Maraca yang sepi membawa kehangatan dan kenyamanan, masih kosong meja meja dan bangku di Maraca tapi tidak dengan rak yang ada di Maraca, penuh dengan deretan buku. Mungkin Buku - buku itu menanti pembaca mencari salah satu dari buku yang berjajar rapih untuk di sentuh dan di baca oleh pembaca. Bahagia nya buku yang telah di sentuh oleh pembaca yang ada di Maraca, apalagi di baca dengan tuntas habis, usai sudah tulisan yang ada di buku yang beruntung itu. lalu buku itu di kembalikan lagi di rak Maraca.

Kosong...

Cangkir kosong yang berharap di isi
Oleh cairan yang bernama Kopi
Firasat yang kosong menjadi berisi
Fungsi cangkir sekarang sudah terpenuhi
Entah telah terisi kopi
Entah telah terisi ice tea

Malam di Maraca
Malam telah tiba, pengunjung mulai ramai mengunjungi Maraca. Barista mulai sibuk membuat pesanan, saya asik sendiri meracau di sini. melihat dan menangkap pemandangan di Maraca dengan kamera handphone lalu di posting lewat sosial media. Akh lucu mengalihkan kesepian dengan foto malam di Maraca.

Karena redup mulailah hidup, memberi nyawa pada kehidupan dan pada mereka yang telah berusaha saat terang tadi. Berharap redup mendekap untuk memberikan kesempatan di lain terang.


Barista di last order
Dan pada akhirnya Barista menerima last order dari pengunjung di Maraca, Menyiapkan sajian terakhir di malam hari lalu memberikan secangkir coffee pada akhir penutupan di coffee and books of Maraca. Berakhir sudah racau - an saya disini, terimakasih MARACA...

Sekali lagi terimakasih Maraca telah menjadi tempat untuk meracau.


odyadysedangmeracaublogspot.com
IG : odyady_
Selasa, 6 Maret 2018
Bogor

Comments

Popular posts from this blog

"Ananta Prahadi" sudah tersentuh

R.I.S.A.R.A

Tv berita tanpa mereka nampak hampa, 5+ reporter stand upper wanita yang menghiasi layar kaca kamu...