Alasan membaca The Celestine Vision - James Redfield




Visi Celestine
Ketika James Redfield menulis Manuskrip Celestine - The Celestine Prophecy dan Wawasan Kesepuluh - The Tenth Insight, Dia mengkristalisasi sebuah visi spritual yang baru bagi jutaan orang di seluruh dunia. Sejak saat itu banyak orang berkumpul untuk membahas pengalaman - pengalaman spiritual yang telah menyentuh kehidupan mereka dan untuk menjelajahi renaisans global yang telah berlangsung beberapa waktu lamanya.

Kini dalam Visi Celestine - The Celestine Vision, James Redfield mengeksplorasi lebih lanjut misi - misi unik kita di planet ini. Buku ini membantu kita mengurai drama - drama kehidupan kita masing - masing dan menunjukkan berbagai pengalaman mistis yang bisa menyelesaikannya. Melalui prinsip - prinsip sinkronisitas, keterkaitan dan tujuan hidup. Kita dituntun untuk melihat rantai evolusi yang tak terputus menuju dunia yang lebih baik.


   Sinopsis buku tersebut yang membuat saya tertarik dan membeli buku ini, entah kenapa bisa kebetulan melihat buku ini dan akhirnya tertarik untuk membaca, padahal saya tidak tahu dengan si Penulisnya James Redfield (iya siapa elo?). Buku ini terdapat di sebelah buku Agatha Christie dalam satu rak di toko buku, mungkin itu yang membuat buku ini terlihat oleh saya. 

   Saya tertarik dengan kalimat yang ada dalam sinopsis buku tersebut yaitu "prinsip sinkronisitas, keterkaitan dan tujuan hidup". Apa itu Sinkronisitas ? dan nanti nya kita akan dituntun oleh buku ini untuk melihat rantai evolusi.

   Sepertinya buku ini terlalu berat untuk di cerna oleh pemahaman dari diri saya, terdapat beberapa nama tokoh pemikir - pemikir hebat dan beberapa fisikiawan di dalamnya seperti : Galileo, Newton, Abraham Lincoln, Maxwell, Einsten, Freud, Niels Bohr, Wolfgang Pauli, Werner Heisen dan masih banyak lagi yang belum saya ketahui di dalamnya. Dan ada beberapa kalimat atau istilah yang digunakan itu tidak umum seperti Distorsi, arketipe, sinkronisitas, double bind effect, morphogenic, dan masih banyak lagi sepertinya.

   Saya akui, saya terlalu bersemangat untuk membaca buku ini dengan kapasitas wawasan saya yang sangat kurang sekali, buku ini bukan menuntun saya tapi mendorong saya untuk mengetahui beberapa kalimat yang ada di buku tersebut lebih tepatnya saya di arahkan untuk mencari informasi sebanyak - banyaknya tentang keterkaitan isi dalam buku ini. Baru membaca sampai halaman 79 kepala saya sudah terisi dengan banyak pertanyaan - pertanyaan dari kalimat dan beberapa tokoh yang saya tidak ketahui sebelumnya. Memang bahasa dalam buku ini sudah di terjemahkan oleh ahlinya dan menurut saya mudah dipahami tapi yak itu tadi terdapat beberapa tokoh tokoh dan kalimat yang saya tidak ketahui di situlah kendala saya dan selalu saja berhenti untuk mengetahui informasi - informasi yang belum saya ketahui, hmm mungkin tokoh - tokoh dalam buku ini tidak lah penting bagi saya dan mungkin juga penjabaran - penjabaran yang di tuliskan oleh James lah yang seharusnya di fokuskan. Tidak hanya terfokuskan untuk mencari cari informasi tokoh dan kalimat yang tidak umum di dalam buku tersebut. Ini lah yang membuat buku ini menarik untuk di baca walaupun akan memakan banyak sekali waktu.
  
  Dan saya kira buku ini termasuk dalam jenis novel fiksi tapi ternyata nonfiksi yang notabennya memang kejadian yang ada dan sudah terjadi di masa lampau, mungkin buku ini adalah buku sejarah yang di rangkum secara singkat tentang evolusi yang di tulis secara rasional, dan berkaitan. Hmm dari sinopsis nya sih sudah jelas "rantai Evolusi" dan kita akan melihatnya serta sudah jelas juga isi buku ini adalah rangkaian rangkaian awal mula dunia modern yang saat ini kita lalui. dan selalu saja ada aspek sosial dalam kehidupan antar manusia. 

Intinya sih buku ini ilmu pengetahuan spiritual yang di tulis dan di jabarkan secara rasional, contoh nya saya baru baca di bab 2 : "mengalami berbagai kebetulan" fenomena ini sering terjadi dalam kehidupan namun sulit untuk beberapa dari kita untuk menjabarkan dalam tulisan yang sistematis dan sering di abaikan oleh beberapa orang dari kehidupan kita yang terjadi. 
Iya siapa sih yang mau membicarakan dan membahas "kebetulan" tidak penting "kebetulan" di kaji itu kan hanya "kebetulan" ? Hanya "kebetulan". Tapi seorang psikolog asal Swiss Carl Jung adalah pemikir modern pertama yang menjelaskan fenomena "kebetulan" ini. Ia menyebutnya "Sinkronisitas" persepsi tentang kebetulan bermakna. Jung berpendapat  "sinkronisitas" adalah prinsip sebab - akibat dalam semesta, hukum yang menggerakkan umat manusia menuju pertumbuhan kesadaran yang lebih besar. Ngerti maksud si bapak Carl Jung ? (heuheuheu)

  Itulah buku ini yang bikin menarik untuk di baca walaupun agak berat untuk di baca bagi saya, dan belum tentu bagi orang lain. Intinya sih kenapa saya membaca ini, yah agar wawasan saya luas 
(iya emang klo kita membaca akan samakin luas wawasan seseorang, alasan yang terlalu sama dan terlalu banyak di pakai)...

  Tapi yasudahlah, Waktu sudah bergulir tidak akan bergulir kembali ke arah sebaliknya dan akan terus bergulir tanpa berhenti.

                                                                                                       Selamat berpikir dan membaca

@odyady_
16 maret 2015


Comments

  1. Klo novel fiksinya yg celestine prophecy. Celestine vision emg nonfiksi, smcm ringkasan dr cels proph, bgs bgt untuk mulai memahami dunia spiritualitas tp tanpa berkesan mistis. Sayang celestine prophecy film nya kurang bagus, walo cukup mengentertain. Aniway, its a great masterpiece.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

"Ananta Prahadi" sudah tersentuh

R.I.S.A.R.A

Tv berita tanpa mereka nampak hampa, 5+ reporter stand upper wanita yang menghiasi layar kaca kamu...