Kata Khayalan Part I (kotak kecil hitam milik mereka)

Kotak kecil hitam

Tanpa disadari sebuah waktu begitu cepat berlalu dan kisah demi kisah berlalu dan kisah yang sudah lama berlalu bisa di sebut...
Inilah Kata Khayalan part I
"kisah lama"

Aku berdiri sendiri menunggu Bus Patas Ac jurusan depok - lebak bulus di Halte sembarang (biasa lah kita nunggu bus di sembarang tempat) Hawa panas, silau karena aspal jalanan yang menyilaukan. Menunggu membuat aku merasa dahaga, tak jauh dari tempat menunggu terdapat warung kaki lima yang menyediakan minuman botol atau kaleng.

"Mbak, ada air mineral (sebut saja aqua, memang brand aqua sudah melekat di masyarakat kita) ?" tanya ku.

"ada tuh mas" sahut mbak-mbak penjaga warung kaki lima, berwajah gelap penuh keringat di temani oleh seorang anak sekitar umur 9 tahun yang sedang makan jajanan di warung yang mereka jaga.

"berapa mbak" balas ku

"3500 (tiga ribu lima ratus rupiah) mas" balasnya lagi

lalu uang 5000 (lima ribu rupiah) keluar dari kantong kemaja, sisa kembalian beli rokok kemarin. ku serahkan pada mbak-mbak penjaga warung kaki lima. 

lalu mbak-mbak itu mencari uang kembalian, dan uang kembalian itu di serahkan kembali kepada pemilik uang lima ribu rupiah itu.

di ambil 1 botol air mineral ber merk yang sangat terkenal itu, tak lama bus patas ac jurusan depok - lebak bulus datang.

Ku rentangkan tangan kanan dan jari jempol keluar diantara kepalan tangan untuk memberhentikan laju dari bus tersebut, terbuka lah pintu otomatis bus tersebut di dalamnya terdapat pemuda dengan kemeja berwarna-warni dan bergaris dengan kancing dadanya yang terbuka

"ayo mas masuk" sahut si kenek tersebut

tanpa membalas sahutan kenek tersebut aku langsung saja melangkah ke pintu bus tersebut. Ku pilih-pilih bangku yang dekat jendela kebetulan pada saat itu bus sedang kosong jadi aku bebas memilih untuk duduk, Duduk di sebalah kanan baris ke empat dekat jendela dari arah supir bus.

terdapat dua buah bangku tanpa penumpang, tentu nya ku pilih bangku yang dekat jendela untuk melihat-lihat keriuhan kota Jakarta, tak lama kenek dengan kemeja yang kancing dada nya menegur dengan suara uang koin yang saling berbenturan "kencring-kencring" kalau tak salah begitu lah bunyinya. Mungkin maksud si kenek untuk menagih ongkos perjalanannya, Dengan siap saya keluarkan uang selembar yang benilai sepuluh ribu rupiah yang aku siapkan di kantung kemeja sebelum membeli air minum botol tadi.

Tanpa basa-basi kenek berkemeja dengan kancing dada yang terbuka mengambil uang tersebut, dan mengembalikan atas ongkos perjalanan sebesar 2500 (dua ribu lima ratus). Dan menghilang diantara bangku-bangku bus mungkin si kenek duduk sambil merapikan uang ongkos penumpang di pojok yang dia suka.

Kota Jakarta yang sangat sibuk di tengah hari di tambah dengan beberapa pengaturan jalan yang kurang tepat sehingga menimbulkan macet, entah salah siapa? gak mungkin-kan salah Jakarta, yang mungkin disalahkan orang-orang yang mengatur Jakarta.

Terlihat beberapa kendaraan mewah berjibaku dengan kendaran umum yang kasar serta para pengguna kendaraan roda dua yang terlihat seperti para ksatria berkuda yang berjuang menghindari kejaran dari ganasnya penyihir tua yang membawa tongkat ajaib yang berkepala tengkorak. Dan para pengguna jalan yang sabar berjalan di pinggir trotoar menghindari rintangan para pedagang nakal, entah nakal atau tidak ada lagi tempat berjualan yang pasti kadang harus menghadapi ksatria berkuda yang arogan iya ksatria berkuda itu para pengendara motor yang ingin cepat sampai ke tempat tujuan, pengguna jalan layaknya mario bros menhindar dari monster berbulu coklat selalu berjalan menyamping.

Bosan melihat keriuhan kota yang bernama Jakarta yang selalu sibuk sampai hari kiamat datang mungkin akan terlalu sibuk untuk memikirkan kiamat. Otak - atik telepon genggam yang di juluki smartphone berlogo titik arah berjumlah tujuh langsung mencari aplikasi musik untuk mencairkan rasa bosan di dalam bus tersebut. band luar negeri Weezer dan Oasis yang selalu terlihat di aplikasi musik telepone genggam. Tiga lagu berlalu "Cold Dark World - Weezer", "Dont Go Away - Oasis" dan "Trouble Maker - Weezer". Lalu masuk sepasang manusia berumur setengah baya si perempuan duduk dan memberikan dua carik kertas ukuran A4 kepada si laki-laki yang siap membacakan tulisan dan kutipan atau sepenggal puisi yang original atau mungkin puisi yang mereka kutip dari mesin si serba tahu "google"
"Selamat siang, 
Mohon waktu nya sebentar"
dengan backsound suara kendaraan dari kendaraan lainnya yang masuk dari sela-sela lubang pintu yang sedikit terbuka tapi samar terdengar.
 "Melodi kesedihan
Dalam lelap bermimpikan derai air mata
Yang mengalir di bawah pelangi senja
Meratapi nasip yang terhujam oleh runcingnya duri hidup
Masih adakah yang terindah akan singgah di dahi
Dahi yang mengharapkan tetesan air hujan yang bahagia
Meratap dalam goa yang penuh ketidak adilan
Merintih dalam rindangnya semak derita
Masih aku bernyanyi…
Diiringi Melodi Kesedihan"
dengan gaya yang di atur oleh gerakan dari rem dan gas bus patas ac yang tersendat di jalanan ibu kota, kadang ke samping, ke depan dan ke belakang sesekali memegang bangku penumpang untuk menyanggah keseimbangannya, si penyair jalanan sangat menyatu dengan kata-kata yang dia keluarkan dari mulut keringnya sebait kalimat di iringi dengan gerakan lidah yang membasahi bibir keringnya. 
Selesai membacakan si penyair jalanan lalu mengeluarkan wadah yang terbuat dari bungkus permen yang di balik dan di lipat sehingga terlihat seperti kantung sulap berwarna perak dan di gerak-gerakannya kantung berwarna perak ke arah penumpang bus dengan maksud menyisihkan uang dari saku penumpang bus. Si penyair jalanan menyisir dari bangku paling depan hingga bangku paling belakang. setiba nya di baris ke empat dari supir bus patas ac si penyair jalanan menyodorkan kantung berwarna perak ke arah aku yang terdiam duduk mengarah ke jendela bus dengan sengaja tak ku gubris bunyi uang receh dari katung berwarna perak, si penyair hanya tersenyum dan melewatkan begitu saja. Aku sengaja tidak menggubris dan otomatis tidak juga memberi uang yang ada di saku kemeja untuk di simpan di katung berwarna perak milik si penyair jalanan. Hingga akhirnya si penyair jalanan berjalan ke arah bangku paling belakang, sudah ada wanita yang tadi bareng dia memasuki bus patas ac. Entah apa yang mereka berdua obrolkan pada intinya aku melihat si penyair jalanan menyetor isi dari kantung berwarna perak tersebut ke wanita yang menggunakan tas selempang kecil, dia keluarkan isi dari kantung berwarna perak lalu uang yang kebanyakkan bernominal 2000 (dua ribu rupiah) sebelum di masukkan ke tas selempang kecil, wanita tersebut menghitung dan merapihkan uang-uang hasil si penyair jalanan.

Lalu sepasang manusia penyair jalanan di dekati oleh si kenek berkemeja yang kancing dadanya terbuka, mereka di tagih uang ongkos juga oleh si kenek itu, menurut aku bukankah ada pengeculian atau ada perjanjian antara mereka tentang cara mereka mencari uang atau sama saja seperti para penumpang bus patas lainnya harus membayar ongkos juga, entahlah aku hanya menebak dari gerakkan tubuh mereka.

Masih aku mengintai sepasang si penyair jalanan tersebut mereka asik mengobrol dengan riang, sesekali mereka mengeluarkan barang yang bentuknya mirip kotak yang di balut kertas kado berwarna hitam, mereka saling menunjukkan isi dalam kotak kecil hitam, dan entah kenapa mereka tertawa bersama. Semakin penasaran apa yang ada di dalam kotak kecil hitam milik mereka sepertinya barang yang sangat lucu atau barang berharga atau tidak ada isi nya sama sekali (kosong) dan ternyata kalau kotak kecil hitam milik mereka kosong, kenapa mereka bisa tertawa riang ?...

@odyady_


Comments

Popular posts from this blog

"Ananta Prahadi" sudah tersentuh

R.I.S.A.R.A

Tv berita tanpa mereka nampak hampa, 5+ reporter stand upper wanita yang menghiasi layar kaca kamu...