"THE MAN IN THE BROWN SUIT"

The Man In The Brown Suit

Perampokan berlian. Kematian karena kecelakaan di stasiun kereta api bawah tanah di London. Dan pembunuhan atas diri seorang wanita cantik di puri daerah luar kota yang terpencil. Apa dan siapa yang terlibat? Apakah orang asing yang mengaku dirinya dokter, yang lalu lenyap begitu saja? Ataukah yang disebut koran-koran sebagai Pria Bersetelan Coklat?
 Hanya Anne Beddingfeld, yang telah menemukan secarik kertas yang berbau kapur barus, yang percaya bahwa dia bisa memecahkan misteri itu. Dan untuk melakukan penyelidikan itu, dia menyeberangi samudra yang penuh bahaya ke Afrika. Di sanalah berawalnya intrik dan petualangan yang sebenarnya.

Madame Nadina, Penari Rusia yang telah menggemparkan kota Paris, membungkukkan tubuhnya seirama dengan riuhnya tepuk tangan penonton. Matanya yang sipit dan berwarna hitam, makin menyipit. Mulutnya yang lebar dan dipulas merah tua melengkung ke atas.

Anne Beddingfeld. Semua orang mendesakku untuk menuliskan kisah ini. Mulai dari orang-orang terkemuka (yang di wakili oleh Lord Nasby), sampai orang-orang kecil (yang diwakili oleh almarhuma pelayan rumah tangga kami, Emily. Aku bertemu dengannya waktu terakhir kali ke Inggris. "sungguh, Nona," katanya. "Pasti akan menjadi buku yang menarik sekali, seperti cerita film saja!"). Kuakui bahwa memang pantas mereka memintaku hal itu. Aku memang terlibat dalam peristiwa itu, sejak awal. Aku menyaksikan sendiri semua yang terjadi dan melihat pula bagaimana peristiwa itu berakhir. Suatu keuntungan lain, kekosongan - kekosongan dalam penuturanku, disebabkan ketidaktahuanku, akan terisi dengan dengan baik bila aku menggunakan catatan harian Sir Eustace Padler. Beliau sendiri yang berbaik hati menyuruhku menggunakan buku harian itu, Jadi begitulah ceritanya... 

Berawal dari Anne Beddingfeld tiba di peron aku berjalan sampai ke ujungnya, pikiranku yang penuh rasa ingin tahu, ingin membuktikan rasa ingin tahu, ingin membuktikkan apakah memang benar ada ujungnya, dan ada celah antara kedua terowongan di ujung stasiun ke arah downstreet. Aku merasa senang bahwa hal itu ternyata benar. Di peron itu tak banyak orang. Di ujungnya hanya ada aku seorang diri dan seorang pria. Waktu aku melewati orang itu, mau tak mau aku mendengus. Aku memang selalu tak suka bau kapur barus! Mantel orang itu berbau kapur barus. Padahal kebanyakkan orang sudah mengenakan mantel musim dingin sebelum bulan Januari dan oleh karenanya pada saat sekarang bau itu seharusnya sudah hilang. Pria itu berdiri jauh dariku. Dia berdiri di ujung terowongan. Kelihatannya dia sedang merenungkan sesuatu, hingga aku bisa memandanginya tanpa menyinggung perasaannya. Pria itu kecil kurus, kulit wajahnya cokelat, bermata kecil biru dan berjenggot hitam. "dia pasti baru datang dari luarnegeri," kesimpulanku dalam hati." Itulah sebabnya mantelnya berbau begitu. Dia pasti baru datang dari India. Bukan seorang perwira karena dia berjenggot. Mungkin dia seorang pengusaha perkebunan teh."
Pada saat itu dia berbalik, seolah-olah akan menyusuri kembali langkah-langkahnyadi sepanjang peron itu. Dia memandangku sekilas, lalu melihat sesuatu dibelakangku. Wajahnya seketika berubah, wajahnya mengerenyit penuh ketakutan dan panik. Dia mundur selangkah seolah-olah akan menghindar bahaya, lupa bahwa dia berada di ujung peron. Pria itu tersandung lalu jatuh, tampak rel memijar dan terdengar bunyi gemeletak. Aku memekik. Orang-orang berdatangan. Dua orang petugas stasiuan muncul entah darimana dan menguasai keadaan.
Aku tetap berdiri di tempatku, seolah-olah terpaku oleh sesuatu yang mengerikan. Aku merasa ngeri melihat kecelakaan mendadak itu, namunmasih sempat menilai cara orang mengangkat korban dari rel yang mematikan dan membaringkannya di peron. Menurut aku mereka melakukannya dengan tenang sekali, sama sekali tanpa perasaan. dan menemukan sobekan dari buku catatan. Di situ tertulis kata-kata danangka-angka dengan pensil, bunyinya :
17.122 Kilmorden Castle
Itulah awal mula Anne Beddingfeld menuturkan dan terpikirkan untuk mencari tahu apa maksud dari secarik kertas dari buku catatan.

Anne Beddingfeld bercerita tentang petualang-petualangannya. Aku selalu ingin bertualang.Soalnya hidupku datar-datar saja. Ayahku, Profesor Beddingfeld adalah salah seorang penyelidik Inggris terbesar mengenai manusia primitif. Otaknya dipenuhi oleh Zaman Batu Paleolitik.

Lord Nasby adalah jutawan yang memiliki harian Dailiy Budget. Dia memiliki beberapa harian lain, tetapi Daily Budget adalah koran kesayangannya. Setiap orang di Kerajaan Inggris mengenalnya sebagai pemilik Daily Budget.

dan Sir Eustace Padler pemilik Rumah "Mill House" yang di tepi sungai, dengan kebun yang luas dan punya pondok untuk tukang kebun. Di sini lah kejadian Seorang wanita asing meninggal.

Dalam "The man in the brown suit" memiliki cerita kasus yang rumit karena terdapat 3 cerita yang nantinya bertemu dalam 1 cerita (Afrika Selatan) : 1. Madane Nadina, 2. Anne Beddingfeld, 3. Sir Eustace Padler dan beberapa tokoh pendukung dalam cerita tersebut. 
Cerita seorang Gadis sekitar umur 18-19 tahun (Anne Beddingfeld) yang ingin tahu tentang secarik kertas dari buku catatan, bunyinya : 17.122 Kilmorden Castle dan secara tidak sengaja terlibat dalam kasus "pencurian berlian" di afrika Selatan serta ingin tahu penyebab kematian seorang pria asing yang terjatuh di stasiun di sebabkan karena pria itu melihat seseorang yang ada di balik diri dia (Anne Beddingfeld). Anne juga ingin mengusut kasus tersebut dengan bekerjasama dengan Lord Nasby pemilik harian Daily Budget.

Melihat dari kisah "Agatha Christie" sebelumnya "A Murder is Announced dan Nemesis" yang di pecahkan seorang nenek-nenek yang baik hati bernama "Miss Jane Marple", tapi dalam kisah "The man in the brown suit" kali ini tidak melibatkan dia (Miss. Jane Marple). Dan apalagi yah hmm. Tapi kali ini saya menghabiskan waktu yang cukup lama untuk membaca buku "The man in the brown Suit" dari Sabtu, 22 maret - 08 April 2014 (sekarang) itupun baru sampai pada halaman 162, dari total halaman 1 - 402. tapi sudah banyak tokoh-tokoh yang masuk yang memiliki keterlibatan dalam cerita serta peristiwa-peristiwa menegangkan yang  sudah ada di halaman 1 - 162 apalagi masih belum jelas siapa pria bersetelan cokelat tersebut dan apakah pria bersetelan coklat itu bersalah atau dia adalah seorang detektif ?. Jadi saya masih penasaran dengan kelanjutan dari cerita yang berjudul :

"THE MAN IN THE BROWN SUIT"



Selamat membaca, dan Au Revoir...

@odyady_






Comments

Popular posts from this blog

"Ananta Prahadi" sudah tersentuh

R.I.S.A.R.A