Daripada hanya sekedar berucap mending kita beri sesuatu yang tidak biasa dari yang biasa, atas pencapaian seseorang dalam hal tertentu.


"Daripada hanya sekedar berucap mending kita beri sesuatu yang tidak biasa dari yang biasa, atas pencapaian seseorang dalam hal tertentu."

Dalam hal tertentu ini, saya akan mengambil pada Moment "Wisuda-an"

Acara Wisuda adalah acara peresmian dimana nantinya bakal ada calon Sarjana yang akan di samatkan dengan gelar sarjana dibelakang nama seseorang, peresmian atas lulusnya seorang mahasiswa atau mahasiswi diberbagai hal bidang studi yang sudah mereka tempuh selama di perguruan tinggi ataupun institut. 

Moment dimana para calon wisudawan dan wisudawati akan dikumpulkan dalam satu ruangan, sebenernya acaranya gak begitu penting bagi yang tidak berprestasi lain cerita lagi bagi calon wisuda yang berprestasi, hampir semua calon Sarjana yah bisa dibilang moment ini "jangan sampai terlewatkan" apalagi dengan keluarga dan sahabat terdekat klo bisa media bisa meliput  moment ini. (kalimat terakhir agak berlebihan)
    
Moment "Wisuda-an" bagi sebagian Universitas atau Institut di Indonesia khususnya daerah Jakarta acara ini tak lengkap tanpa adanya topi yang bernama "TOGA". Topi yang berbentuk segi "lima" dengan ada seutas tali yang berwarna hijau menggantung di topi tersebut. Kata toga berasal dari tego, yang dalam bahasa latin bermakna penutup. 

Jadi topi Toga adalah "Topi Penutup", oke gue salah istilah yang benar itu adalah Busana Toga bukan topi Toga dan akhirnya topi toga termasuk dalam busana toga. Mulai saat ini jangan ada lagi yang berkata topi toga. Mulailah berkata dengan "Busana Toga" karena topi toga adalah asesoris dari busana toga.

Singkirkan pembahasan "Busana Toga", kalau mau cari sejarah Busana toga dan kenapa bisa sampai saat ini sering di gunakan dalam acara wisuda, Cari yah di mbah google dengan keyword "Busana Toga" :)

Namun di Institut Ilmu Sosial dan Politik IISIP Jakarta budaya dengan memakai busana toga dalam acara wisuda diganti dengan "batik dan kebaya" salut buat IISIP.

Balik lagi ke Moment Wisuda, biasanya teman, sahabat atau pasangan memberikan seikat bunga yang akan diberikan kepada calon sarjana sebagai rasa syukur mereka terhadap teman, sahabat atau pasangan yang sudah lulus dan mendapatkan gelar sarjana.

Tapi agak terlalu biasa memberikan seikat bunga, serta boneka. Sekarang kalian bisa cari yang agak unik dan beda. Yang agak beda dan gak biasanya, memang agak sulit untuk memberi apa yah yang agak beda dan gak biasa itu ? seperti apa yah ? apa yah selain bunga dan boneka ? 

Memang butuh pencarian yang agak dalam untuk mencari yang gak biasa dari yang biasa, mencari cari dan akhirnya pencarian sesuatu yang agak beda dan gak biasa itu sudah ada di depan mata dan secara kebetulan melihat buah tangan atau hasil karya dari seorang teman semasa kuliah dan satu jurusan serta satu angkatan lagi kebetulan emang deket secara temen sih, ini yang dinamakan Fenomena "Kebetulan" kenapa kebetulan, karena ini tetiba saja menghampiri. 

Singkatnya ide untuk memberi woodpainting ini terjadi setelah melihat lini masa dari sebuah media sosial yang bernama facebook, emang dari dulu saya suka hasil karya dari si teman ini sebut saja si Agan. Mungkin gue client pertama yang mesen dengan tema "Happy Graduation" yah gan.


Woodpainting
Woodpainting mungkin adalah lukisan di atas media berbahan kayu, media kayu yang bisa dilukis sesuai dengan kreatifitas kalian atau ucapan kalian atas teman, sahabat atau pasangan kalian yang sudah jadi sarjana.

Terimakasih gan

@odyady_

31 Maret 2015


Comments

Popular posts from this blog

"Ananta Prahadi" sudah tersentuh

R.I.S.A.R.A