Menyelam - nyelam di Kep. Seribu (Pulau Pari)

Menyelam - nyelam di kepulauan Seribu Pulau Pari, sehabis dari pantai pasir perawan yang kami raba-raba pasirnya, air lautnya, pemandangannya, pohonnya, pendoponya. dan kami istirahat sejenak untuk makan siang di home stay, oia selama di pulau pari kami menyewa "home stay" sebutan buat menginap dan beruntungnya kami dapat home stay yang lumayan murah dan muat untuk 12 orang dengan fasilitas 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 televisi, 1 despenser dan beberapa colokan plus di depan home stay kami ada warung makan plus ada jemuran dan plus nya lagi ada pemandangan yang indah karena home stay kami mengarah ke lautan.


kami memesan 12 indomie untuk makan siang dengan nasi yang kami masak, karena kami membawa beras dan rice cooker sendiri agar meminimalisirkan biaya, setelah agak mengenyangkan kami putuskan untuk menyelam-nyelam, beruntung nya lagi teman kami ( Izoel atau bisa ke akun twitter @izoelrizal ) yang kami sebut "pemandu wisata" kami, karena beliau sudah pernah ke pulau ini, entah apa jadinya kalau tidak ada beliau. mungkin tidak terjadwal liburan kami, dan dia juga yang mengurusi dan mengatur keuangan kami dari keberangkatan menuju pulau pari - membayar kapal nelayan - home stay - menyelam nyelam - bakar ikan di depan home stay - foto - dll, intinya kami puas dengan pelayanan anda. Lanjut menyelam di pulau pari, untuk menuju spot untuk menyelam kami harus naik kapal kecil yang kami sewa dengan waktu tempuh sekitar 50 menit dari pulau pari ke spot penyelaman, di atas perahu kecil yang berisik nya minta ampun untuk kuping kami serta ombak yang agak bergelombang membuat kami sedekit mabok lautan, sumpah ini perjuangan banget buat kami apalagi buat si jajang perjuangan yang sangat amat, Enek nya sampe ke tulang tulang. Selama di perjalanan kami mengobrol untuk tidak begitu merasakan ke enek kan di atas perahu kecil bermesin berisik hahaha.

(gambar ketiga dari atas aslinya di si Izoel, ini aja ngambil di akun twitternya)

Setelah menunggu di atas perahu sekitar 50 menit akhir nya spot untuk menyelam sudah sampai, sebelum kami menyelam ada kuliah selama 5 menit dari abang yang menjadi pemandu menyelam untuk melakukan dan bagaimana cara menyelam secara singkat "oke penting". Jadi kami menyewa Kapal kecil + 3 kru perahu (1 sopir, 2 pemandu) + kamera underwater. Dan ini lah yang terjadi : 

 
(ini si abang abang pemandu nya ikut ke bawa-bawa)
( Gesang - @GePe_20 )
 
 ( daiat - @daiat7 )
 ( ikan ikan berkumpul )
 ( Bangun - @bangun9setiawan )
 ( Gesang - @GePe_20 )
 ( Tebe - @tb_aditia_k )
 ( Ody, Inay, Ipang - @odyady_ @inaay_teo @giegifar )
  ( Tebe - @tb_aditia_k )
 ( Inay - @inaay_teo )
 ( abang abang pemandu,die paling dalem -__- foto nye )


Beberapa hasil jepretannya, sekedar informasi agak susah dan lama buat ngambil foto di bawah lautnya ini, karena lautnya lumayan punya ombak, menahan nafas harus kuat, belum lagi faktor lelah dan mualnya itu. Menyesal yang tidak dapat hasil foto di bawah laut (ojo, jajang, izoel, sama kimpring). Setelah lelah menyelami laut, kami sebentar mampir ke pulau tikus (pulau kecil yang tidak berpenghuni manusia, yah mungkin ada tikus, tikus laut haha) untuk beristirahat sejenak. Pulau tikus abaikan nama nya, mungkin ini cuma sebutan untuk pulau kecil yang tak berpenghuni.


Setelah berisitirahat di pulau tikus, kami balik ke pulau pari, kali ini perjalanan pulang ke pulau pari begitu menyenangkan karena hari sudah sore dengan ombak yang lumayan besar menuju pulau pari, menikmati ombak di atas perahu kecil terasa sangat menyenangkan dan apalagi saya duduk paling depan di ujung kapal melihat ombak bergulung gulung, angin kenceng, sambil merokok lagi, rasanya mirip naek arum jeram di dufan tapi sambil merokok dan berkata dalam hati "pengalaman yang lumayan menarik buat di kenang."

@odyady_











Comments

Popular posts from this blog

"Ananta Prahadi" sudah tersentuh

R.I.S.A.R.A

Tv berita tanpa mereka nampak hampa, 5+ reporter stand upper wanita yang menghiasi layar kaca kamu...